Inspirasi lagu, puisi, bahan perenungan, curhat, penyesalan dan lain lain, tapi apakah tak memiliki?
Dalam hidup ada kejadian yang disebut dengan kehilangan. Mengapa hilang? Berpindah tempatkah? Berpindah tangan dan kepemilikan kah? Meninggal dunia? Rusak? Hancur?
Semua di atas tetap saja sama rasanya, kehilangan...
Yang sering terjadi adalah bukan saat masih "memilikinya" tetapi saat "kehilangannya", menjadi penyakit jiwa bila masih tak bisa diatasi. Untuk itu mungkin paradigma berfikirnya yang harus dicermati.
Kita diciptakan karena cinta, pemberian Yang Maha Mencipta, Maha Memberi. Dengan kasih sayang orang tua kita (atau siapapun) membesarkan kita saat kecil karena cinta, tahu bahwa kita belum mampu untuk berjuang melestarikan pemberian hidup. Setelah besar kita berjuang untuk dalam penghidupan selalu sehat, nyaman, mengikuti perkembangan lingkungan dan masyarakat. Mencari ilmu untuk menjadi pintar, bekerja untuk menafkahi diri, mengembangkan sikap mental dan moral untuk menjadi manusia yang "baik". Seolah sadar bahwa dirinya akan mati, siapapun tentu menghendaki hal di atas kecuali jiwanya sudah terjangkit penyakit mental, yang buruk menjadi baik, yang busuk menjadi enak di mulutnya.
Bagi diri sendiri usaha-usaha di atas masih merupakan naluri untuk hidup, bagi yang tidak beragama sekalipun masih ada usaha untuk mempertahankan hidup walau bingung tujuannya untuk apa. Seperti binatang dan tumbuhan, bergerak otomatis mengikuti insting tumbuhnya, menjaga kelestarian sampai akhirnya dari generasi ke generasi punah karena hukum alam.
Cinta diri sendiri, bukan secara berlebihan, sehingga manusia bayi kelamaan menjadi manula dan meninggal, mempersembahkan cintanya pada dirinya di dunia kepada Yang Menitipkan Cinta berupa kehidupan. Ketika titipan kehidupan di dunia habis masa berlakunya, maka bagi orang lain menjadi "kehilangan".
Jika kita terbiasa memandang hidup itu sebagai masa di dunia, maka perasaan kehilangan itu ada karena sesuatu meninggalkan dunia "kita". Kehilangan barang, berarti barang itu sudah tidak ada dalam dunia "kecil" kita. Kehilangan pacar, berarti si pacar sudah tidak ada dalam jangkauan sayang kita walau tiap hari masih bertemu di kantor misalnya. Kehilangan seseorang karena ia meninggal dunia jauh lebih rumit, karena tidak ada hubungan yang bisa terjadi lagi dalam jangkauan panca indera kita.
Setelah kita mencinta sejenak, lalu kehilangan, apakah sempat kita memiliki? Entahlah apa jawabannya, perasaanlah yang bisa berkata tanpa perlu dinyatakan.
Karena kehilanganlah maka sifat memiliki itu hilang, walau cinta itu tidak hilang. Bentuk cinta yang beragam, cinta pada anak, cinta pada orang tua, cinta pada kekasih, cinta pada hobi, cinta pada Tuhan. Beragam dan bisa berubah-ubah. Cinta pada kekasih dapat berubah menjadi cinta pada saudara ketika feeling berubah. Cinta pada pada anak bayi akan berubah ketika si anak menjadi besar. Dimensi kehilangan yang tiap detik berubah tetap tidak akan memusnahkan cinta karena keabadiannya.
Cinta dan mencinta itu abadi, karena dititipkan oleh Yang Maha Mencintai...
Showing posts with label prelude. Show all posts
Showing posts with label prelude. Show all posts
Sunday, January 28, 2007
Tuesday, January 16, 2007
mahkota ibunda
di tengah padang rumput yang menghijau seorang bunga berdiri tegak dengan mahkotanya yang indah dan wangi semerbak...
dia hanya tersenyum ketika sepasang lebah hinggap dan bercengkerama di atas mahkotanya, menari nari dan mencabik cabik kelopak mahkotanya, dia berkata, terimakasih wahai lebah...
walau sakit tapi si bunga tetap tersenyum, merasakan dirinya dan hidupnya...
ketika si bunga melihat sekuncup bunga yang tumbuh di dirinya, dia berkata sambil meneteskan air mata, wahai anakku yang baru lahir, aku akan menjagamu dari panas dengan daun daunku, aku akan melindungimu dari binatang dengan duriku, aku akan menghidupimu dengan memberimu air dari diriku...
ketika si anak mulai membuka mata dan kelopaknya, memandang kearah ibunda, sang ibu berdoa, engkau harus tumbuh cantik anakku, biarlah ibu menjadi tua dan kuning asalkan kau tumbuh dengan indah...
si anak hanya tersenyum tak mengerti pandangan sayang ibunya...
ketika musim berganti dan kemarau tiba, ketika mahkota ibunda mulai layu, si anak berkata, mengapa ibu tidak minum? masaku akan tiba anakku, kelak kau mengerti mengapa aku tidak minum, tapi engkau anakku harus minum, biarlah ibu begini...
aku tidak mau ibu meninggalkanku, aku ingin ibu tetap menjagaku, apapun akan aku lakukan supaya ibu tetap di sisiku...
wahai anakku, satu yang bisa kau lakukan untukku, hidupkan lah aku di dalam dirimu, dengan demikian aku akan tetap disampingmu dan menjagamu, kata ibunda sambil membelai anaknya dengan daunnya yang keriput...
ketika masa itu tiba, ibunda yang sudah tua tersenyum dan memandang anaknya yang beranjak dewasa dengan matanya yang rabun, mahkotanya yang telah tanggal dan layu, dan si anak dengan berlinang air mata berkata, ibu, minumlah air ini terakhir kalinya, aku akan ingat pesan ibu...
terimakasih anakku, jagalah selalu mahkotamu...dengan diiringi tiupan angin padang rumput, ibunda jatuh dan lepas dari sisi anaknya, terbaring di tanah yang kering, diiringi tetesan air mata si anak melepas kepergian ibunya...
terimakasih ibu, aku akan selalu ingat pesan ibu, aku akan menghidupkanmu dalam diriku, dan aku akan selalu menjaga mahkotaku...
sekian lama dan musim berganti, melewati masa kering dan sekarang hujan, si anak telah beranjak dewasa, mahkotanya yang indah dan mewangi selalu basah ditetesi air hujan, berdiri tegak di antara kumpulan bunga bunga lain yang bermekaran dengan cantik...
ibu, aku melewati musim karena ingat pesan ibu, aku menjaga mahkotaku karena ingat pesan ibu, mahkotaku adalah mahkotamu juga, warnaku adalah warna darimu, wangi semerbakku adalah wangi dirimu ibu, walau kau telah pergi tapi aku masih melihat dirimu dalam diriku, karena itu aku tetap menjaga diriku...
karena engkau masih hidup dalam diriku aku telah mengerti apa yang harus aku lakukan hingga saatku nanti, karena itu aku harus hidup dan tumbuh dengan indah untukmu...
dan ketika musim berganti, padang rumput mulai dihiasi lebah yang beterbangan, si anak yang telah tumbuh dewasa tersenyum, aku telah melewati masa ini, saatku sudah berganti, aku telah mengerti pesanmu ibunda...
si anakpun tersenyum ketika sepasang lebah hinggap dan menari nari di atas mahkotanya, bertaburan serbuk bunga dan cabikan mahkota, diiringi tetesan air mata si anak yang jatuh ke atas rumput, seolah bayangan ibunda muncul di atasnya...
terimakasih ibu, engkau telah menyambung hidupku, sekarang aku telah menjadi seorang ibu...
dia hanya tersenyum ketika sepasang lebah hinggap dan bercengkerama di atas mahkotanya, menari nari dan mencabik cabik kelopak mahkotanya, dia berkata, terimakasih wahai lebah...
walau sakit tapi si bunga tetap tersenyum, merasakan dirinya dan hidupnya...
ketika si bunga melihat sekuncup bunga yang tumbuh di dirinya, dia berkata sambil meneteskan air mata, wahai anakku yang baru lahir, aku akan menjagamu dari panas dengan daun daunku, aku akan melindungimu dari binatang dengan duriku, aku akan menghidupimu dengan memberimu air dari diriku...
ketika si anak mulai membuka mata dan kelopaknya, memandang kearah ibunda, sang ibu berdoa, engkau harus tumbuh cantik anakku, biarlah ibu menjadi tua dan kuning asalkan kau tumbuh dengan indah...
si anak hanya tersenyum tak mengerti pandangan sayang ibunya...
ketika musim berganti dan kemarau tiba, ketika mahkota ibunda mulai layu, si anak berkata, mengapa ibu tidak minum? masaku akan tiba anakku, kelak kau mengerti mengapa aku tidak minum, tapi engkau anakku harus minum, biarlah ibu begini...
aku tidak mau ibu meninggalkanku, aku ingin ibu tetap menjagaku, apapun akan aku lakukan supaya ibu tetap di sisiku...
wahai anakku, satu yang bisa kau lakukan untukku, hidupkan lah aku di dalam dirimu, dengan demikian aku akan tetap disampingmu dan menjagamu, kata ibunda sambil membelai anaknya dengan daunnya yang keriput...
ketika masa itu tiba, ibunda yang sudah tua tersenyum dan memandang anaknya yang beranjak dewasa dengan matanya yang rabun, mahkotanya yang telah tanggal dan layu, dan si anak dengan berlinang air mata berkata, ibu, minumlah air ini terakhir kalinya, aku akan ingat pesan ibu...
terimakasih anakku, jagalah selalu mahkotamu...dengan diiringi tiupan angin padang rumput, ibunda jatuh dan lepas dari sisi anaknya, terbaring di tanah yang kering, diiringi tetesan air mata si anak melepas kepergian ibunya...
terimakasih ibu, aku akan selalu ingat pesan ibu, aku akan menghidupkanmu dalam diriku, dan aku akan selalu menjaga mahkotaku...
sekian lama dan musim berganti, melewati masa kering dan sekarang hujan, si anak telah beranjak dewasa, mahkotanya yang indah dan mewangi selalu basah ditetesi air hujan, berdiri tegak di antara kumpulan bunga bunga lain yang bermekaran dengan cantik...
ibu, aku melewati musim karena ingat pesan ibu, aku menjaga mahkotaku karena ingat pesan ibu, mahkotaku adalah mahkotamu juga, warnaku adalah warna darimu, wangi semerbakku adalah wangi dirimu ibu, walau kau telah pergi tapi aku masih melihat dirimu dalam diriku, karena itu aku tetap menjaga diriku...
karena engkau masih hidup dalam diriku aku telah mengerti apa yang harus aku lakukan hingga saatku nanti, karena itu aku harus hidup dan tumbuh dengan indah untukmu...
dan ketika musim berganti, padang rumput mulai dihiasi lebah yang beterbangan, si anak yang telah tumbuh dewasa tersenyum, aku telah melewati masa ini, saatku sudah berganti, aku telah mengerti pesanmu ibunda...
si anakpun tersenyum ketika sepasang lebah hinggap dan menari nari di atas mahkotanya, bertaburan serbuk bunga dan cabikan mahkota, diiringi tetesan air mata si anak yang jatuh ke atas rumput, seolah bayangan ibunda muncul di atasnya...
terimakasih ibu, engkau telah menyambung hidupku, sekarang aku telah menjadi seorang ibu...
Thursday, November 30, 2006
Batere handphone 2 tahun?
Minggu kemaren ini batere handphone alcatel ku mulai terasakan gejala ngedropnya. Satu hari berkurang satu setrip, biasanya 2 hari baru kurang satu setrip. Apa karena banyak urusan yang pake telp gitu pikir-pikir?
Terus temen2 banyak yang "protes" atas ke kukuh an ku memilih handphone merek ini, ALCATEL, "apa gak ada yang lain, kenapa harus pilih yang susah sparepartnya?"
Gak tau karena suka dengan sinyalnya yg gak pernah putus, tapi sejak pertama keluar di pameran di prancis (liat di html !), sudah jatuh hati pada si model ini. Begitu keluar di roxy, langsung ku telp si pembelinya dan langsung cash 2 jam kemudian. Jadi boleh di bilang aku tuh masuk 10 besar dalam kepemilikan OT 757 Alcatel ini... :)
Alasan beli selain sinyal dan jatuh hatinya, ya karena dalam radius 10 km gak ada yang punya !!! Rasanya males kalau liat orang lain sama hp nya dech hehehe...
Trus sparepart dan aksesoris gimana?
Ya gini aja sih, pertama alcatel ini desain prancis yang aku pikir sudah "finished" desainnya, jadi gak perlu pake aksesoris atau casing warna macam-macam, toh gak pernah ketemu orang yg pake hp sama jadi gak perlu minder karena masih casing warna pabrikan. Kedua standar kualitas yang terjaga membuat barang jarang rusak jadi gak perlu khawatir sparepart, ini terjadi pada Alcatel yang bukan massed production, maklum engga jor-joran dalam penjualan.
Lalu temen pernah tanya soal batere, kubilang, ada di roxy. Mahal ya? Ya kalau orisinil ya pasti lumayan. Lah kalau yg gak ori? Gak ada kubilang, ngapain beli yg gak ori tapi belum setahun udah jeprut!!! Buang-buang duit aja kan?
Jadi ceritanya kalau mau eksentrik beli barang yang gak umum, kenali dulu luar dalam barang tersebut, kenali komunitas dan penjualnya, kenali juga budget anda hehehe...
Singkat kata, kalau sudah 2 tahun batere hp mana yang gak soak apalagi selalu on 24 jam sehari?
Terus temen2 banyak yang "protes" atas ke kukuh an ku memilih handphone merek ini, ALCATEL, "apa gak ada yang lain, kenapa harus pilih yang susah sparepartnya?"
Gak tau karena suka dengan sinyalnya yg gak pernah putus, tapi sejak pertama keluar di pameran di prancis (liat di html !), sudah jatuh hati pada si model ini. Begitu keluar di roxy, langsung ku telp si pembelinya dan langsung cash 2 jam kemudian. Jadi boleh di bilang aku tuh masuk 10 besar dalam kepemilikan OT 757 Alcatel ini... :)
Alasan beli selain sinyal dan jatuh hatinya, ya karena dalam radius 10 km gak ada yang punya !!! Rasanya males kalau liat orang lain sama hp nya dech hehehe...
Trus sparepart dan aksesoris gimana?
Ya gini aja sih, pertama alcatel ini desain prancis yang aku pikir sudah "finished" desainnya, jadi gak perlu pake aksesoris atau casing warna macam-macam, toh gak pernah ketemu orang yg pake hp sama jadi gak perlu minder karena masih casing warna pabrikan. Kedua standar kualitas yang terjaga membuat barang jarang rusak jadi gak perlu khawatir sparepart, ini terjadi pada Alcatel yang bukan massed production, maklum engga jor-joran dalam penjualan.
Lalu temen pernah tanya soal batere, kubilang, ada di roxy. Mahal ya? Ya kalau orisinil ya pasti lumayan. Lah kalau yg gak ori? Gak ada kubilang, ngapain beli yg gak ori tapi belum setahun udah jeprut!!! Buang-buang duit aja kan?
Jadi ceritanya kalau mau eksentrik beli barang yang gak umum, kenali dulu luar dalam barang tersebut, kenali komunitas dan penjualnya, kenali juga budget anda hehehe...
Singkat kata, kalau sudah 2 tahun batere hp mana yang gak soak apalagi selalu on 24 jam sehari?
Tuesday, October 31, 2006
PERCOBAAN PERTAMA NGE BLOG
It takes more than an hour to try to understand what and how to do this...
So hope it's gonna get easier afterward and meaningfull :)
Thanks to a special friend of mine who reminded about how I love to write, so here is the first...
So hope it's gonna get easier afterward and meaningfull :)
Thanks to a special friend of mine who reminded about how I love to write, so here is the first...
Subscribe to:
Posts (Atom)
